Beranda › Daftar 114 Surat › Surat As-Saffat

Surat As-Saffat

سورة الصافات

Barisan-barisan: surat ke-37 dari 114, Makkiyah, 182 ayat. Teks Arab lengkap dengan rasm Utsmani (Hafs ‘an ‘Ashim), tulisan latin dan artinya. Juga ditulis As-Saaffaat.

#37Makkiyah182 ayat
Baca dan dengarkan di aplikasiDengarkan para qari
Nomor surat
37
Jumlah ayat
182
Golongan
Makkiyah
Juz
23
Halaman mushaf
446-452

Dengarkan · Mishary Rashid Alafasy

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفًّۭا ﴿١﴾

Wassaaaffaati saffaa

1Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya],

فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجْرًۭا ﴿٢﴾

Fazzaajiraati zajraa

2dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),

فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكْرًا ﴿٣﴾

Fattaaliyaati Zikra

3dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,

إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَٰحِدٌۭ ﴿٤﴾

Inna Illaahakum la Waahid

4Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ ٱلْمَشَٰرِقِ ﴿٥﴾

Rabbus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa wa Rabbul mashaariq

5Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.

إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ ﴿٦﴾

Innaa zaiyannas samaaa 'ad dunyaa bizeenatinil kawaakib

6Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,

وَحِفْظًۭا مِّن كُلِّ شَيْطَٰنٍۢ مَّارِدٍۢ ﴿٧﴾

Wa hifzam min kulli Shaitaanim maarid

7dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,

لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلْمَلَإِ ٱلْأَعْلَىٰ وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍۢ ﴿٨﴾

Laa yassamma 'oona ilal mala il a'alaa wa yuqzafoona min kulli jaanib

8syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.

دُحُورًۭا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌۭ وَاصِبٌ ﴿٩﴾

Duhooranw wa lahum 'azaabunw waasib

9Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,

إِلَّا مَنْ خَطِفَ ٱلْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌۭ ثَاقِبٌۭ ﴿١٠﴾

Illaa man khatifal khatfata fa atba'ahoo shihaabun saaqib

10akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَآ ۚ إِنَّا خَلَقْنَٰهُم مِّن طِينٍۢ لَّازِبٍۭ ﴿١١﴾

Fastaftihim ahum ashaddu khalqan am man khalaqnaa; innaa khalaqnaahum min teenil laazib

11Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.

بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ ﴿١٢﴾

Bal'ajibta wa yaskharoon

12Bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu.

وَإِذَا ذُكِّرُوا۟ لَا يَذْكُرُونَ ﴿١٣﴾

Wa izaa zukkiroo laa yazkuroon

13Dan apabila mereka diberi pelajaran mereka tiada mengingatnya.

وَإِذَا رَأَوْا۟ ءَايَةًۭ يَسْتَسْخِرُونَ ﴿١٤﴾

Wa izaa ra aw Aayatinw yastaskhiroon

14Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan.

وَقَالُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌ ﴿١٥﴾

Wa qaalooo in haazaa illaa sihrum mubeen

15Dan mereka berkata "Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata.

أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًۭا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿١٦﴾

'A-izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa 'izaaman 'ainnaa lamab'oosoon

16Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?

أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ ﴿١٧﴾

Awa aabaa'unal awwaloon

17Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)"?

قُلْ نَعَمْ وَأَنتُمْ دَٰخِرُونَ ﴿١٨﴾

Qul na'am wa antum daakhiroon

18Katakanlah: "Ya, dan kamu akan terhina"

فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌۭ وَٰحِدَةٌۭ فَإِذَا هُمْ يَنظُرُونَ ﴿١٩﴾

Fa innamaa hiya zajra tunw waahidatun fa izaa hum yanzuroon

19Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka meIihatnya.

وَقَالُوا۟ يَٰوَيْلَنَا هَٰذَا يَوْمُ ٱلدِّينِ ﴿٢٠﴾

Qa qaaloo yaa wailanaa haazaa Yawmud-Deen

20Dan mereka berkata: "Aduhai celakalah kita!" Inilah hari pembalasan.

هَٰذَا يَوْمُ ٱلْفَصْلِ ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿٢١﴾

Haazaa Yawmul Faslil lazee kuntum bihee tukaziboon

21Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya.

۞ ٱحْشُرُوا۟ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ وَأَزْوَٰجَهُمْ وَمَا كَانُوا۟ يَعْبُدُونَ ﴿٢٢﴾

Uhshurul lazeena zalamoo wa azwaajahum wa maa kaanoo ya'budoon

22(kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,

مِن دُونِ ٱللَّهِ فَٱهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْجَحِيمِ ﴿٢٣﴾

Min doonil laahi fahdoohum ilaa siraatil Jaheem

23selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.

وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُم مَّسْـُٔولُونَ ﴿٢٤﴾

Wa qifoohum innahum mas'ooloon

24Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya:

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ ﴿٢٥﴾

Maa lakum laa tanaasaroon

25"Kenapa kamu tidak tolong menolong?"

بَلْ هُمُ ٱلْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ ﴿٢٦﴾

Bal humul Yawma mustaslimoon

26Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ يَتَسَآءَلُونَ ﴿٢٧﴾

Wa aqbala ba'duhum 'alaa ba'diny yatasaaa'aloon

27Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan.

قَالُوٓا۟ إِنَّكُمْ كُنتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ ٱلْيَمِينِ ﴿٢٨﴾

Qaalooo innakum kuntum taatoonanaa 'anil yameen

28Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan.

قَالُوا۟ بَل لَّمْ تَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ ﴿٢٩﴾

Qaaloo bal lam takoonoo mu'mineen

29Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah yang tidak beriman".

وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُم مِّن سُلْطَٰنٍۭ ۖ بَلْ كُنتُمْ قَوْمًۭا طَٰغِينَ ﴿٣٠﴾

Wa maa kaana lanaa 'alaikum min sultaanim bal kuntum qawman taagheen

30Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ ﴿٣١﴾

Fahaqqa 'alainaa qawlu Rabbinaaa innaa lazaaa'iqoon

31Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).

فَأَغْوَيْنَٰكُمْ إِنَّا كُنَّا غَٰوِينَ ﴿٣٢﴾

Fa aghwainaakum innaa kunnaa ghaaween

32Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.

فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍۢ فِى ٱلْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ ﴿٣٣﴾

Fa innahum Yawma'izin fil'azaabi mushtarikoon

33Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِٱلْمُجْرِمِينَ ﴿٣٤﴾

Innaa kazaalika naf'alu bil mujrimeen

34Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.

إِنَّهُمْ كَانُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ ﴿٣٥﴾

Innahum kaanooo izaa qeela lahum laaa ilaaha illal laahu yastakbiroon

35Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri,

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓا۟ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍۢ مَّجْنُونٍۭ ﴿٣٦﴾

Wa yaqooloona a'innaa lataarikooo aalihatinaa lishaa'irim majnoon

36dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"

بَلْ جَآءَ بِٱلْحَقِّ وَصَدَّقَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿٣٧﴾

bal jaaa'a bilhaqqi wa saddaqal mursaleen

37Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).

إِنَّكُمْ لَذَآئِقُوا۟ ٱلْعَذَابِ ٱلْأَلِيمِ ﴿٣٨﴾

Innakum lazaaa'iqul 'azaabil aleem

38Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.

وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٣٩﴾

Wa maa tujzawna illaa maa kuntum ta'maloon

39Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan,

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠﴾

Illaa 'ibaadal laahil mukhlaseen

40tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).

أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ رِزْقٌۭ مَّعْلُومٌۭ ﴿٤١﴾

Ulaaa'ika lahum rizqum ma'loom

41Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu,

فَوَٰكِهُ ۖ وَهُم مُّكْرَمُونَ ﴿٤٢﴾

Fa waakihu wa hum mukramoon

42yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan,

فِى جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿٤٣﴾

Fee jannaatin Na'eem

43di dalam surga-surga yang penuh nikmat.

عَلَىٰ سُرُرٍۢ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿٤٤﴾

'Alaa sururim mutaqaa bileen

44di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.

يُطَافُ عَلَيْهِم بِكَأْسٍۢ مِّن مَّعِينٍۭ ﴿٤٥﴾

Yutaafu 'alaihim bikaasim mim ma'een

45Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.

بَيْضَآءَ لَذَّةٍۢ لِّلشَّٰرِبِينَ ﴿٤٦﴾

Baidaaa'a laz zatil lish shaaribeen

46(Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

لَا فِيهَا غَوْلٌۭ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنزَفُونَ ﴿٤٧﴾

Laa feehaa ghawlunw wa laa hum 'anhaa yunzafoon

47Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.

وَعِندَهُمْ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ عِينٌۭ ﴿٤٨﴾

Wa 'indahum qaasiraatut tarfi 'een

48Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,

كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌۭ مَّكْنُونٌۭ ﴿٤٩﴾

Ka annahunna baidum maknoon

49seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ يَتَسَآءَلُونَ ﴿٥٠﴾

Fa aqbala ba'duhum 'alaa badiny yatasaaa 'aloon

50Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.

قَالَ قَآئِلٌۭ مِّنْهُمْ إِنِّى كَانَ لِى قَرِينٌۭ ﴿٥١﴾

Qaala qaaa'ilum minhum innee kaana lee qareen

51Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,

يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُصَدِّقِينَ ﴿٥٢﴾

Yaqoolu a'innnaka laminal musaddiqeen

52yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًۭا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ ﴿٥٣﴾

'A-izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa 'izaaman 'ainnaa lamadeenoon

53Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"

قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ ﴿٥٤﴾

Qaala hal antum muttali'oon

54Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"

فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِى سَوَآءِ ٱلْجَحِيمِ ﴿٥٥﴾

Fattala'a fara aahu fee sawaaa'il Jaheem

55Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.

قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ ﴿٥٦﴾

Qaala tallaahi in kitta laturdeen

56Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,

وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّى لَكُنتُ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ ﴿٥٧﴾

Wa law laa ni'matu Rabbee lakuntu minal muhdareen

57jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).

أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَ ﴿٥٨﴾

Afamaa nahnu bimaiyiteen

58Maka apakah kita tidak akan mati?,

إِلَّا مَوْتَتَنَا ٱلْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ ﴿٥٩﴾

Illa mawtatanal oola wa maa nahnu bimu'azzabeen

59melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ ﴿٦٠﴾

Inna haazaa falya'ma lil'aamiloon

60Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.

لِمِثْلِ هَٰذَا فَلْيَعْمَلِ ٱلْعَٰمِلُونَ ﴿٦١﴾

Limisli haaza falya'ma lil 'aamiloon

61Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja"

أَذَٰلِكَ خَيْرٌۭ نُّزُلًا أَمْ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ ﴿٦٢﴾

Azaalika khairun nuzulan am shajaratuz Zaqqom

62(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.

إِنَّا جَعَلْنَٰهَا فِتْنَةًۭ لِّلظَّٰلِمِينَ ﴿٦٣﴾

Innaa ja'alnaahaa fitnatal lizzaalimeen

63Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.

إِنَّهَا شَجَرَةٌۭ تَخْرُجُ فِىٓ أَصْلِ ٱلْجَحِيمِ ﴿٦٤﴾

Innahaa shajaratun takhruju feee aslil Jaheem

64Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.

طَلْعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ ﴿٦٥﴾

Tal'uhaa ka annahoo ru'oosush Shayaateen

65mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.

فَإِنَّهُمْ لَءَاكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِـُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ ﴿٦٦﴾

Fa innahum la aakiloona minhaa famaali'oona minhal butoon

66Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.

ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًۭا مِّنْ حَمِيمٍۢ ﴿٦٧﴾

Summa inna lahum 'alaihaa lashawbam min hameem

67Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.

ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى ٱلْجَحِيمِ ﴿٦٨﴾

Summa inna marji'ahum la ilal Jaheem

68Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.

إِنَّهُمْ أَلْفَوْا۟ ءَابَآءَهُمْ ضَآلِّينَ ﴿٦٩﴾

Innahum alfaw aabaaa'ahum daaalleen

69Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam Keadaaan sesat.

فَهُمْ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمْ يُهْرَعُونَ ﴿٧٠﴾

Fahum 'alaa aasaarihim yuhra'oon

70Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.

وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿٧١﴾

Wa laqad dalla qablahum aksarul awwaleen

71Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ ﴿٧٢﴾

Wa laqad arsalnaa feehim munzireen

72dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka.

فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُنذَرِينَ ﴿٧٣﴾

Fanzur kaifa kaana 'aaqibatul munzareen

73Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ﴿٧٤﴾

Illaa 'ibaadal laahil mukhlaseen

74Tetapi hamba-hamba Allah yang bersihkan (dari dosa tidak akan diazab).

وَلَقَدْ نَادَىٰنَا نُوحٌۭ فَلَنِعْمَ ٱلْمُجِيبُونَ ﴿٧٥﴾

Wa laqad naadaanaa Noohun falani'mal mujeeboon

75Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).

وَنَجَّيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥ مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ ﴿٧٦﴾

Wa jajainaahu wa ahlahoo minal karbil 'azeem

76Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar.

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلْبَاقِينَ ﴿٧٧﴾

Wa ja'alnaa zurriyyatahoo hummul baaqeen

77Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ ﴿٧٨﴾

Wa taraknaa 'alaihi fil aakhireen

78Dan Kami abadikan untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;

سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٍۢ فِى ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٧٩﴾

Salaamun 'alaa Noohin fil 'aalameen

79"Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam".

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿٨٠﴾

Innaa kazaalika najzil muhsineen

80Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿٨١﴾

Innahoo min 'ibaadinal mu'mineen

81Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.

ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْءَاخَرِينَ ﴿٨٢﴾

Summa aghraqnal aakhareen

82Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain.

۞ وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِۦ لَإِبْرَٰهِيمَ ﴿٨٣﴾

Wa ina min shee'atihee la Ibraaheem

83Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh).

إِذْ جَآءَ رَبَّهُۥ بِقَلْبٍۢ سَلِيمٍ ﴿٨٤﴾

Iz jaaa'a Rabbahoo bi qalbin saleem

84(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci:

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَاذَا تَعْبُدُونَ ﴿٨٥﴾

Iz qaala li abeehi wa qawmihee maazaa ta'budoon

85(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu?

أَئِفْكًا ءَالِهَةًۭ دُونَ ٱللَّهِ تُرِيدُونَ ﴿٨٦﴾

A'ifkan aalihatan doonal laahi tureedoon

86Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?

فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٨٧﴾

Famaa zannukum bi Rabbil'aalameen

87Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"

فَنَظَرَ نَظْرَةًۭ فِى ٱلنُّجُومِ ﴿٨٨﴾

Fanazara nazratan finnujoom

88Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.

فَقَالَ إِنِّى سَقِيمٌۭ ﴿٨٩﴾

Faqaala inee saqeem

89Kemudian ia berkata: "Sesungguhnya aku sakit".

فَتَوَلَّوْا۟ عَنْهُ مُدْبِرِينَ ﴿٩٠﴾

Fatawallaw 'anhu mudbireen

90Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.

فَرَاغَ إِلَىٰٓ ءَالِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ ﴿٩١﴾

Faraagha ilaaa aalihatihim faqaala alaa taakuloon

91Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: "Apakah kamu tidak makan?

مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ ﴿٩٢﴾

Maa lakum laa tantiqoon

92Kenapa kamu tidak menjawab?"

فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًۢا بِٱلْيَمِينِ ﴿٩٣﴾

Faraagha 'alaihim darbam bilyameen

93Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).

فَأَقْبَلُوٓا۟ إِلَيْهِ يَزِفُّونَ ﴿٩٤﴾

Fa aqbalooo ilaihi yaziffoon

94Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.

قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ ﴿٩٥﴾

Qaala ata'budoona maa tanhitoon

95Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ ﴿٩٦﴾

Wallaahu khalaqakum wa maa ta'maloon

96Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".

قَالُوا۟ ٱبْنُوا۟ لَهُۥ بُنْيَٰنًۭا فَأَلْقُوهُ فِى ٱلْجَحِيمِ ﴿٩٧﴾

Qaalub noo lahoo bun yaanan fa alqoohu fil jaheem

97Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu".

فَأَرَادُوا۟ بِهِۦ كَيْدًۭا فَجَعَلْنَٰهُمُ ٱلْأَسْفَلِينَ ﴿٩٨﴾

Fa araadoo bihee kaidan faja 'alnaahumul asfaleen

98Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.

وَقَالَ إِنِّى ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّى سَيَهْدِينِ ﴿٩٩﴾

Wa qaala innee zaahibun ilaa Rabbee sa yahdeen

99Dan Ibrahim berkata: "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿١٠٠﴾

Rabbi hab lee minas saaliheen

100Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

فَبَشَّرْنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٍۢ ﴿١٠١﴾

Fabashsharnaahu bighulaamin haleem

101Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿١٠٢﴾

Falamma balagha ma'a hus sa'ya qaala yaa buniya inneee araa fil manaami anneee azbahuka fanzur maazaa taraa; qaala yaaa abatif 'al maa tu'maru satajidunee in shaaa'allaahu minas saabireen

102Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ ﴿١٠٣﴾

Falammaaa aslamaa wa tallahoo liljabeen

103Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

وَنَٰدَيْنَٰهُ أَن يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ ﴿١٠٤﴾

Wa naadainaahu ai yaaaa Ibraheem

104Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,

قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿١٠٥﴾

Qad saddaqtar ru'yaa; innaa kazaalika najzil muhsineen

105sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ ﴿١٠٦﴾

Inna haazaa lahuwal balaaa'ul mubeen

106Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

وَفَدَيْنَٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍۢ ﴿١٠٧﴾

Wa fadainaahu bizibhin 'azeem

107Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ ﴿١٠٨﴾

Wa taraknaa 'alaihi fil aakhireen

108Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ ﴿١٠٩﴾

Salaamun 'alaaa Ibraaheem

109(yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".

كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿١١٠﴾

Kazaalika najzil muhsineen

110Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿١١١﴾

Innahoo min 'ibaadinal mu'mineen

111Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَبَشَّرْنَٰهُ بِإِسْحَٰقَ نَبِيًّۭا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿١١٢﴾

Wa bashsharnaahu bi Ishaaqa Nabiyayam minas saaliheen

112Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

وَبَٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰٓ إِسْحَٰقَ ۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌۭ وَظَالِمٌۭ لِّنَفْسِهِۦ مُبِينٌۭ ﴿١١٣﴾

Wa baaraknaa 'alaihi wa 'alaaa Ishaaq; wa min zurriyya tihimaa muhsinunw wa zaalimul linafshihee mubeen

113Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang Zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ﴿١١٤﴾

Wa laqad mananna alaa Moosaa wa Haaroon

114Dan sesungguhnya Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun.

وَنَجَّيْنَٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ ﴿١١٥﴾

Wa najjainaahumaa wa qawmahumaa minal karbil 'azeem

115Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.

وَنَصَرْنَٰهُمْ فَكَانُوا۟ هُمُ ٱلْغَٰلِبِينَ ﴿١١٦﴾

Wa nasarnaahum fakaanoo humul ghaalibeen

116Dan Kami tolong mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang menang.

وَءَاتَيْنَٰهُمَا ٱلْكِتَٰبَ ٱلْمُسْتَبِينَ ﴿١١٧﴾

Wa aatainaahumal Kitaabal mustabeen

117Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas.

وَهَدَيْنَٰهُمَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ ﴿١١٨﴾

Wa hadainaahumus Siraatal Mustaqeem

118Dan Kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى ٱلْءَاخِرِينَ ﴿١١٩﴾

Wa taraknaa 'alaihimaa fil aakhireen

119Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian;

سَلَٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ﴿١٢٠﴾

Salaamun 'alaa Moosaa wa Haaroon

120(yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun".

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿١٢١﴾

Innaa kazaalika najzil muhsineen

121Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿١٢٢﴾

Innahumaa min 'ibaadinal mu'mineen

122Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٢٣﴾

Wa inna Ilyaasa laminal mursaleen

123Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul.

إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٢٤﴾

Iz qaala liqawmiheee alaa tattaqoon

124(ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa?

أَتَدْعُونَ بَعْلًۭا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ ٱلْخَٰلِقِينَ ﴿١٢٥﴾

Atad'oona Ba'lanw wa tazaroona ahsanal khaaliqeen

125Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,

ٱللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿١٢٦﴾

Allaaha Rabbakum wa Rabba aabaaa'ikumul awwaleen

126(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?"

فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ ﴿١٢٧﴾

Fakazzaboohu fa inna hum lamuhdaroon

127Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ﴿١٢٨﴾

Illaa 'ibaadal laahil mukhlaseen

128kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ ﴿١٢٩﴾

Wa taraknaa 'alaihi fil aakhireen

129Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلْ يَاسِينَ ﴿١٣٠﴾

Salaamun 'alaaa Ilyaaseen

130(yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?"

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿١٣١﴾

Innaa kazaalika najzil muhsineen

131Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿١٣٢﴾

Innahoo min 'ibaadinal mu'mineen

132Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَإِنَّ لُوطًۭا لَّمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٣٣﴾

Wa inna Lootal laminal mursaleen

133Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul.

إِذْ نَجَّيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ ﴿١٣٤﴾

Iz najjainaahu wa ahlahooo ajma'een

134(Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua,

إِلَّا عَجُوزًۭا فِى ٱلْغَٰبِرِينَ ﴿١٣٥﴾

Illaa 'ajoozan fil ghaabireen

135kecuali seorang perempuan tua (isterinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal.

ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْءَاخَرِينَ ﴿١٣٦﴾

Summa dammarnal aakhareen

136Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.

وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِم مُّصْبِحِينَ ﴿١٣٧﴾

Wa innakum latamurroona 'alaihim musbiheen

137Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi,

وَبِٱلَّيْلِ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿١٣٨﴾

Wa billail; afalaa ta'qiloon

138dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٣٩﴾

Wa inna Yoonusa laminal mursaleen

139Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ ﴿١٤٠﴾

Iz abaqa ilal fulkil mash hoon

140(ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ ﴿١٤١﴾

Fasaahama fakaana minal mudhadeen

141kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.

فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌۭ ﴿١٤٢﴾

Faltaqamahul hootu wa huwa muleem

142Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ ﴿١٤٣﴾

Falaw laaa annahoo kaana minal musabbiheen

143Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,

لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٤٤﴾

Lalabisa fee batniheee ilaa Yawmi yub'asoon

144niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

۞ فَنَبَذْنَٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌۭ ﴿١٤٥﴾

Fanabaznaahu bil'araaa'i wa huwa saqeem

145Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةًۭ مِّن يَقْطِينٍۢ ﴿١٤٦﴾

Wa ambatnaa 'alaihi shajaratam mai yaqteen

146Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

وَأَرْسَلْنَٰهُ إِلَىٰ مِا۟ئَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ ﴿١٤٧﴾

Wa arsalnaahu ilaa mi'ati alfin aw yazeedoon

147Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

فَـَٔامَنُوا۟ فَمَتَّعْنَٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍۢ ﴿١٤٨﴾

Fa aamanoo famatta' naahum ilaa heen

148Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ ٱلْبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلْبَنُونَ ﴿١٤٩﴾

Fastaftihim ali Rabbikal banaatu wa lahumul banoon

149Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah): "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki,

أَمْ خَلَقْنَا ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثًۭا وَهُمْ شَٰهِدُونَ ﴿١٥٠﴾

Am khalaqnal malaaa'i kata inaasanw wa hm shaahidoon

150atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)?

أَلَآ إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ ﴿١٥١﴾

Alaaa innahum min ifkihim la yaqooloon

151Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan:

وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ ﴿١٥٢﴾

Waladal laahu wa innhum lakaaziboon

152"Allah beranak". Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.

أَصْطَفَى ٱلْبَنَاتِ عَلَى ٱلْبَنِينَ ﴿١٥٣﴾

Astafal banaati 'alal baneen

153Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ ﴿١٥٤﴾

Maa lakum kaifa tahkumoon

154Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?

أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿١٥٥﴾

Afalaa tazakkaroon

155Maka apakah kamu tidak memikirkan?

أَمْ لَكُمْ سُلْطَٰنٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿١٥٦﴾

Am lakum sultaanum mubeen

156Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?

فَأْتُوا۟ بِكِتَٰبِكُمْ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ ﴿١٥٧﴾

Faatoo bi Kitaabikum in kuntum saadiqeen

157Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.

وَجَعَلُوا۟ بَيْنَهُۥ وَبَيْنَ ٱلْجِنَّةِ نَسَبًۭا ۚ وَلَقَدْ عَلِمَتِ ٱلْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ ﴿١٥٨﴾

Wa ja'aloo bainahoo wa bainal jinnati nasabaa; wa laqad 'alimatil jinnatu innahum lamuhdaroon

158Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),

سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿١٥٩﴾

Subhaanal laahi 'ammaa yasifoon

159Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ﴿١٦٠﴾

Illaa 'ibaadal laahil mukhlaseen

160Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari (dosa).

فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ ﴿١٦١﴾

Fa innakum wa maa ta'ubdoon

161Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu,

مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ بِفَٰتِنِينَ ﴿١٦٢﴾

Maaa antum 'alaihi befaaatineen

162Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,

إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ ٱلْجَحِيمِ ﴿١٦٣﴾

Illaa man huwa saalil jaheem

163kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.

وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٌۭ مَّعْلُومٌۭ ﴿١٦٤﴾

Wa maa minnasa illaa lahoo maqaamum ma'loom

164Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,

وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلصَّآفُّونَ ﴿١٦٥﴾

Wa innaa llanah nus saaffoon

165dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).

وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلْمُسَبِّحُونَ ﴿١٦٦﴾

Wa innaa lanah nul musabbihoon

166Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).

وَإِن كَانُوا۟ لَيَقُولُونَ ﴿١٦٧﴾

Wa in kaanoo la yaqooloon

167Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata:

لَوْ أَنَّ عِندَنَا ذِكْرًۭا مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿١٦٨﴾

Law anna 'indana zikram minal awwaleen

168"Kalau sekiranya di sksi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,

لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ﴿١٦٩﴾

Lakunna 'ibaadal laahil mukhlaseen

169benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)".

فَكَفَرُوا۟ بِهِۦ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ ﴿١٧٠﴾

Fakafaroo bihee fasawfa ya'lamoon

170Tetapi mereka mengingkarinya (Al Quran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٧١﴾

Wa laqad sabaqat Kalimatunaa li'ibaadinal mursa leen

171Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

إِنَّهُمْ لَهُمُ ٱلْمَنصُورُونَ ﴿١٧٢﴾

Innaa hum lahumul mansooroon

172(yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.

وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلْغَٰلِبُونَ ﴿١٧٣﴾

Wa inna jundana lahumul ghaaliboon

173Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang,

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍۢ ﴿١٧٤﴾

Fatawalla 'anhum hatta heen

174Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika.

وَأَبْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ ﴿١٧٥﴾

Wa absirhum fasawfa yubsiroon

175Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).

أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ ﴿١٧٦﴾

Afabi'azaabinaa yasta'jiloon

176Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلْمُنذَرِينَ ﴿١٧٧﴾

Fa izaa nazala bisaahatihim fasaaa'a sabaahul munzareen

177Maka apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.

وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍۢ ﴿١٧٨﴾

Wa tawalla 'anhum hattaa heen

178Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.

وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ ﴿١٧٩﴾

Wa absir fasawfa yubsiroon

179Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.

سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿١٨٠﴾

Subhaana Rabbika Rabbil 'izzati 'amma yasifoon

180Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.

وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٨١﴾

Wa salaamun 'alalmursaleen

181Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.

وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿١٨٢﴾

Walhamdu lillaahi Rabbil 'aalameen

182Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Teks Al-Qur’an: Proyek Tanzil (tanzil.net), rasm Utsmani, salinan persis, CC BY 3.0. Terjemahan: Terjemahan Bahasa Indonesia (alquran.cloud). Latin: alquran.cloud.

Berapa jumlah ayat Surat As-Saffat?

Surat As-Saffat terdiri dari 182 ayat.

Apakah Surat As-Saffat Makkiyah atau Madaniyah?

Surat As-Saffat termasuk surat Makkiyah, urutan ke-37 dalam mushaf.

Surat As-Saffat ada di juz berapa?

Surat As-Saffat ada di juz 23, halaman 446-452 mushaf Madinah.