Beranda › Daftar 114 Surat › Surat An-Najm

Surat An-Najm

سورة النجم

Bintang: surat ke-53 dari 114, Makkiyah, 62 ayat. Teks Arab lengkap dengan rasm Utsmani (Hafs ‘an ‘Ashim), tulisan latin dan artinya.

#53Makkiyah62 ayat
Baca dan dengarkan di aplikasiDengarkan para qari
Nomor surat
53
Jumlah ayat
62
Golongan
Makkiyah
Juz
27
Halaman mushaf
526-528
Ayat sajdah
53:62

Dengarkan · Mishary Rashid Alafasy

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ ﴿١﴾

Wannajmi izaa hawaa

1Demi bintang ketika terbenam.

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ ﴿٢﴾

Maa dalla saahibukum wa maa ghawaa

2kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.

وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ ﴿٣﴾

Wa maa yyantiqu 'anilhawaaa

3dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ ﴿٤﴾

In huwa illaa Wahyuny yoohaa

4Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلْقُوَىٰ ﴿٥﴾

'Allamahoo shadeedul quwaa

5yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.

ذُو مِرَّةٍۢ فَٱسْتَوَىٰ ﴿٦﴾

Zoo mirratin fastawaa

6yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.

وَهُوَ بِٱلْأُفُقِ ٱلْأَعْلَىٰ ﴿٧﴾

Wa huwa bil ufuqil a'laa

7sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ ﴿٨﴾

Summa danaa fatadalla

8Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.

فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ ﴿٩﴾

Fakaana qaaba qawsaini aw adnaa

9maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).

فَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ ﴿١٠﴾

Fa awhaaa ilaa 'abdihee maaa awhaa

10Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.

مَا كَذَبَ ٱلْفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ ﴿١١﴾

Maa kazabal fu'aadu maa ra aa

11Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

أَفَتُمَٰرُونَهُۥ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ ﴿١٢﴾

Afatumaaroonahoo 'alaa maayaraa

12Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ ﴿١٣﴾

Wa laqad ra aahu nazlatan ukhraa

13Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ ﴿١٤﴾

'Inda sidratil muntaha

14(yaitu) di Sidratil Muntaha.

عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ ﴿١٥﴾

'Indahaa jannatul maawaa

15Di dekatnya ada surga tempat tinggal,

إِذْ يَغْشَى ٱلسِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ ﴿١٦﴾

Iz yaghshas sidrata maa yaghshaa

16(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ ﴿١٧﴾

Maa zaaghal basaru wa maa taghaa

17Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلْكُبْرَىٰٓ ﴿١٨﴾

Laqad ra aa min aayaati Rabbihil kubraaa

18Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

أَفَرَءَيْتُمُ ٱللَّٰتَ وَٱلْعُزَّىٰ ﴿١٩﴾

Afara'aytumul laata wal 'uzzaa

19Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza,

وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلْأُخْرَىٰٓ ﴿٢٠﴾

Wa manaatas saalisatal ukhraa

20dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?

أَلَكُمُ ٱلذَّكَرُ وَلَهُ ٱلْأُنثَىٰ ﴿٢١﴾

A-lakumuz zakaru wa lahul unsaa

21Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?

تِلْكَ إِذًۭا قِسْمَةٌۭ ضِيزَىٰٓ ﴿٢٢﴾

Tilka izan qismatun deezaa

22Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

إِنْ هِىَ إِلَّآ أَسْمَآءٌۭ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَٰنٍ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَمَا تَهْوَى ٱلْأَنفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ ٱلْهُدَىٰٓ ﴿٢٣﴾

In hiya illaaa asmaaa'un sammaitumoohaaa antum wa aabaaa'ukum maaa anzalal laahu bihaa min sultaan; inyyattabi'oona illaz zanna wa maa tahwal anfusu wa laqad jaaa'ahum mir Rabbihimul hudaa

23Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.

أَمْ لِلْإِنسَٰنِ مَا تَمَنَّىٰ ﴿٢٤﴾

Am lil insaani maa taman naa

24Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?

فَلِلَّهِ ٱلْءَاخِرَةُ وَٱلْأُولَىٰ ﴿٢٥﴾

Falillaahil aakhiratu wal oolaa

25(Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

۞ وَكَم مِّن مَّلَكٍۢ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ لَا تُغْنِى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا إِلَّا مِنۢ بَعْدِ أَن يَأْذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرْضَىٰٓ ﴿٢٦﴾

Wa kam mim malakin fissamaawaati laa tughnee shafaa'atuhum shai'an illaa mim ba'di anyyaazanal laahu limany yashaaa'u wa yardaa

26Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ تَسْمِيَةَ ٱلْأُنثَىٰ ﴿٢٧﴾

innal lazeena laa yu'minoona bil aakhirati la yusammoonal malaaa'ikata tasmiyatal unsaa

27Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

وَمَا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ ۖ وَإِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْـًۭٔا ﴿٢٨﴾

Wa maa lahum bihee min 'ilmin iny yattabi'oona illaz zanna wa innaz zanna laa yughnee minal haqqi shai'aa

28Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.

فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا ﴿٢٩﴾

Fa a'rid 'am man tawallaa 'an zikrinaa wa lam yurid illal hayaatad dunyaa

29Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱهْتَدَىٰ ﴿٣٠﴾

Zalika mablaghuhum minal 'ilm; inna rabbaka huwa a'lamu biman dalla 'an sabee lihee wa huwa a'lamu bimanih tadaa

30Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔوا۟ بِمَا عَمِلُوا۟ وَيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ بِٱلْحُسْنَى ﴿٣١﴾

Wa lillaahi maa fis samaawaati wa maa fil ardi liyajziyal lazeena asaaa'oo bimaa 'amiloo wa yajziyal lazeena ahsanoo bilhusnaa

31Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

ٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌۭ فِى بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ ﴿٣٢﴾

Allazeena yajtaniboona kabaaa'iral ismi walfawaa hisha illal lamam; inna rabbaka waasi'ul maghfirah; huwa a'lamu bikum iz ansha akum minal ardi wa iz antum ajinnatun fee butooni umma haatikum falaa tuzakkooo anfusakum huwa a'lamu bimanit taqaa

32(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

أَفَرَءَيْتَ ٱلَّذِى تَوَلَّىٰ ﴿٣٣﴾

Afara'ayatal lazee tawallaa

33Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al-Quran)?

وَأَعْطَىٰ قَلِيلًۭا وَأَكْدَىٰٓ ﴿٣٤﴾

Wa a'taa qaleelanw wa akdaa

34serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi?

أَعِندَهُۥ عِلْمُ ٱلْغَيْبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ ﴿٣٥﴾

A'indahoo 'ilmul ghaibi fahuwa yaraa

35Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib, sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?

أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِى صُحُفِ مُوسَىٰ ﴿٣٦﴾

Am lam yunabbaa bimaa fee suhuhfi Moosa

36Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?

وَإِبْرَٰهِيمَ ٱلَّذِى وَفَّىٰٓ ﴿٣٧﴾

Wa Ibraaheemal lazee waffaaa

37dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌۭ وِزْرَ أُخْرَىٰ ﴿٣٨﴾

Allaa taziru waaziratunw wizra ukhraa

38(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿٣٩﴾

Wa al laisa lil insaani illaa maa sa'aa

39dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ ﴿٤٠﴾

Wa anna sa'yahoo sawfa yuraa

40dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ ﴿٤١﴾

Summa yujzaahul jazaaa 'al awfaa

41Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلْمُنتَهَىٰ ﴿٤٢﴾

Wa anna ilaa rabbikal muntahaa

42dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ ﴿٤٣﴾

Wa annahoo huwa adhaka wa abkaa

43dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا ﴿٤٤﴾

Wa annahoo huwa amaata wa ahyaa

44dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰ ﴿٤٥﴾

Wa annahoo khalaqaz zawjainiz zakara wal unsaa

45dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.

مِن نُّطْفَةٍ إِذَا تُمْنَىٰ ﴿٤٦﴾

Min nutfatin izaa tumnaa

46dari air mani, apabila dipancarkan.

وَأَنَّ عَلَيْهِ ٱلنَّشْأَةَ ٱلْأُخْرَىٰ ﴿٤٧﴾

Wa anna 'alaihin nash atal ukhraa

47Dan bahwasanya Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati),

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ ﴿٤٨﴾

Wa annahoo huwa aghnaa wa aqnaa

48dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,

وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعْرَىٰ ﴿٤٩﴾

Wa annahoo huwa rabbush shi'raa

49dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra,

وَأَنَّهُۥٓ أَهْلَكَ عَادًا ٱلْأُولَىٰ ﴿٥٠﴾

Wa annahooo ahlak a 'Aadanil oolaa

50dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Aad yang pertama,

وَثَمُودَا۟ فَمَآ أَبْقَىٰ ﴿٥١﴾

Wa samooda famaaa abqaa

51dan kaum Tsamud. Maka tidak seorangpun yang ditinggalkan-Nya (hidup).

وَقَوْمَ نُوحٍۢ مِّن قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ ﴿٥٢﴾

Wa qawma Noohim min qablu innahum kaanoo hum azlama wa atghaa

52Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,

وَٱلْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ ﴿٥٣﴾

Wal mu'tafikata ahwaa

53dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah.

فَغَشَّىٰهَا مَا غَشَّىٰ ﴿٥٤﴾

Faghashshaahaa maa ghashshaa

54lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ ﴿٥٥﴾

Fabi ayyi aalaaa'i Rabbika tatamaaraa

55Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu?

هَٰذَا نَذِيرٌۭ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلْأُولَىٰٓ ﴿٥٦﴾

Haazaa nazeerum minan nuzuril oolaa

56Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.

أَزِفَتِ ٱلْءَازِفَةُ ﴿٥٧﴾

Azifatil laazifah

57Telah dekat terjadinya hari kiamat.

لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ ﴿٥٨﴾

Laisa lahaa min doonil laahi kaashifah

58Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.

أَفَمِنْ هَٰذَا ٱلْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ ﴿٥٩﴾

Afamin hazal hadeesi ta'jaboon

59Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?

وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ ﴿٦٠﴾

Wa tadhakoona wa laa tabkoon

60Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?

وَأَنتُمْ سَٰمِدُونَ ﴿٦١﴾

Wa antum saamidoon

61Sedang kamu melengahkan(nya)?

فَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ وَٱعْبُدُوا۟ ۩ ﴿٦٢﴾

Fasjudoo lillaahi wa'budoo

62Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

Teks Al-Qur’an: Proyek Tanzil (tanzil.net), rasm Utsmani, salinan persis, CC BY 3.0. Terjemahan: Terjemahan Bahasa Indonesia (alquran.cloud). Latin: alquran.cloud.

Berapa jumlah ayat Surat An-Najm?

Surat An-Najm terdiri dari 62 ayat.

Apakah Surat An-Najm Makkiyah atau Madaniyah?

Surat An-Najm termasuk surat Makkiyah, urutan ke-53 dalam mushaf.

Surat An-Najm ada di juz berapa?

Surat An-Najm ada di juz 27, halaman 526-528 mushaf Madinah.